Diputus Bersalah, KPPU Hukum Lion Air Bayar Denda Rp3 Miliar, Begini Kesalahannya

- 30 Maret 2021, 07:07 WIB
Pesawat Lion Air.
Pesawat Lion Air. /Instagram.com/@lionairgroup

HALLO BOGOR - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam pembacaan putusannya hari ini memutuskan bahwa tiga perusahaan yang tergabung dalam Lion Air Group telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan praktek diskriminasi terkait dengan kerja sama penjualan kapasitas kargo dalam jasa pengangkutan barang dari beberapa bandara, yakni Bandara Hang Nadim ke Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusuma, Bandara Juanda dan Bandara Kualanamu.

Juru bicara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Deswin Nur menjelaskan, putusan dengan nomor register 07/KPPU-I/2020 ini bermula dari adanya penumpukan kargo (barang, pos dan kargo) yang terjadi di Bandara Hang Nadim Batam pada periode Juli-September 2018.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam penyelidikan didapatkan bukti adanya perjanjian kerja sama yang dilakukan oleh PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia, dan PT Wings Abadi selaku pelaku usaha angkutan udara niaga berjadwal yang menyediakan layanan jasa angkutan barang dari bandar udara tertentu ke bandar udara tujuan.

Baca Juga: Kosmonot Rusia Berhasil Abadikan Gambar Kapal Kargo di Terusan Suez dari Angkasa

Dengan PT Lion Express yang merupakan perusahaan jasa pengiriman paket dan dokumen secara door to door ke seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan penerbangan Lion Air Group.

Baca Juga: Italia dan Swiss Meraih Hasil Positif pada Laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup C

"Dalam kerja sama tersebut, KPPU menemukan adanya hak ekslusif atau eksklusifitas kepada PT Lion Express untuk penggunaan kapasitas kargo sebesar 40 (empat puluh) ton per hari untuk 4 (empat) rute penerbangan yang telah disepakati," jelas Deswin.

Baca Juga: Begini Imbas yang Dirasakan Lebih dari 1000 Pelanggan PLN Akibat Kebakaran Kilang Balongan

"Tindakan tersebut terbukti menutup dan/atau mempersulit akses pengiriman barang bagi agen kargo yang terdaftar sebagai agen resmi selain PT Lion Express, sehingga terpaksa menggunakan jasa kargo alternatif lain dan/atau perantara agen-agen kargo lain," tambahnya, seperti dikutip Hallobogor.com dari keterangan tertulis KPPU.

Baca Juga: Berjaya Saat Pandemi, Segini Pendapatan Film 'Godzilla vs Kong' Kalahkan 'Tenet'

Halaman:

Editor: Satwika Rumeksa

Sumber: KPPU


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X