Potensi yang Sangat Besar, Jadi Alasan BI untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

- 10 Maret 2021, 11:55 WIB
Gedung Bank Indonesia Surakarta.
Gedung Bank Indonesia Surakarta. /Dok. Surakarta.go.id

HALLO BOGOR - Dalam rangka kemajuan ekonomi umat Islam, Bank Indonesia terus mendorong akselereasi kemandirian ekonomi pesantren.

Ha itu dilakukan karena ekonomi pesantren dinilai sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional berkelanjutan.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Surakarta Nugroho Joko Prastowo mengatakan, dengan jumlah santri yang besar pesantren menjadi vital dalam sebuah ekosistem mata rantai ekonomi halal.

Baca Juga: Kemenkumham Nyatakan Belum Terima Dokumen KLB Partai Demokrat Deli Serdang

"Saat ini jumlah pondok pesantren lebih dari 28.000 dengan jumlah santri lebih dari 18 juta orang sehingga pondok pesantren memiliki peran penting dalam ekosistem mata rantai ekonomi halal di Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: Walhi Serukan Penghentian Menyeluruh Pendanaan PLTU Batubara, Ini Daftar Proyeknya

Ia menjelaskan, dengan potensi yang besar, Bank Indonesia berani menempatkan peran penting pondok pesantren dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.

Baca Juga: Bakal Jadi Faktor Pemicu Inflasi di Bali, Menjelang Nyepi Harga Cabai Rawit Tembus Rp 120.000/Kg

Menurut dia, program itu dirancang untuk mendukung unit usaha secara berkelanjutan sehingga bisa menunjang kemandirian penyelenggaraan pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat.

Baca Juga: Bisa Muncul Lagi Meskipun Sudah Sembuh, Begini Cara Mengenali Gejala Long Covid

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X