Airlangga Ungkap Masyarakat Swiss Tidak Ikut Dukung Kampanye Negatif Soal Sawit Indonesia

- 9 Maret 2021, 12:39 WIB
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. /Instagram.com/ @airlanggahartarto_official

HALLO BOGOR – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan publik Swiss tidak masuk dalam kelompok yang ikut mendukung kampanye negatif terhadap komoditas sawit dalam ratifikasi Indonesia-EFTA CEPA (IE-CEPA).

Dia menyebutkan dalam sebuah referendum yang digelar pada Minggu, 7 Maret 2021, sedikitnya 51,6 persen rakyat Swiss menyatakan dukungannya terhadap implementasi perjanjian IE-CEPA serta menyetujui untuk meratifikasi perjanjian dagang tersebut.

β€œHal ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap konsistensi dan komitmen Indonesia dalam menjalankan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan,” kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin, 8 Maret 2021.

Baca Juga: Alhamdulillah, Jubir Pemerintah Sebut Corona Varian B117 di Indonesia Sudah Teratasi

Perjanjian IE-CEPA merupakan kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan negara-negara European Free Trade Association (EFTA) dengan anggota Swiss, Norwegia, Islandia dan Liechtenstein yang ditandatangani pada 2018 setelah melalui 15 putaran perundingan.

Baca Juga: Ketua Dewan Pembina Versi KLB Buka Mulut Minta Jangan Salahkan Moeldoko, Ini Alasannya

Pasca penandatanganan perjanjian tersebut, masing-masing negara perlu melakukan proses ratifikasi dan telah ada dua negara yang menyelesaikannya yakni Norwegia dan Islandia.

Baca Juga: Persib Bandung Bertemu Bali United, Bakal Seru Adu Taktik Dua Pelatih Peraih Juara Liga

Di sisi lain, proses ratifikasi Swiss menghadapi tantangan penolakan berupa petisi dari salah satu LSM Swiss karena isu komoditas kelapa sawit Indonesia yang dituduh merusak lingkungan.

Baca Juga: Segera Tayang di Seluruh Dunia, Piece of Magic dan Prancis mk2 Merestorasi Film Chaplin

Halaman:

Editor: Satwika Rumeksa

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X