Harga Cabai Rawit Merah Kian Mahal, Ini Rencana Mendag Muhammad Lutfi

- 12 Januari 2021, 14:16 WIB
harga cabai di pasaran kian mahal, terutama cabai merah. /Facebook.com/Kokita

HALLO BOGOR - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa harga cabai di pasaran kian mahal, terutama cabai merah. Oleh sebab itu, pihaknya akan segera merampungkan teknologi penyimpanan barang pokok, salah satunya cabai di Brebes.

Menurut laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Senin 11 Januari 2021, harga rata-rata cabai rawit Nasional mencapai Rp78.250/kg.

Bahkan di sejumlah provinsi lainya seperti Kalimantan Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat, harga cabai mencapai Rp110.000-Rp111.650/kg.

"Saya ingatkan memang sampai hari ini belum ada satu teknologi yang bisa diterapkan pemerintah, sebab Indonesia maunya cabainya merah dan segar.

“Cabai mungkin hanya bisa bertahan 30 hari. Ketika paceklik harganya tinggi, ketika panen harga turun jatuh," kata Mendag Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Senin.

Baca Juga: Ibu-ibu Mulai Kepanasan, Harga Cabai akan Naik Terus Sampai 2021

Baca Juga: BB POM Jakarta Temukan Makanan Beku Belum Punya Izin Edar di Pasar Swalayan

Ia menilai, dalam satu tahun setidaknya harga cabai mengalami lonjakan enam kali dan harga jatuh saat panen enam kali. Hal itu dikarenakan belum ada teknologi penyimpanan yang mutakhir untuk menyimpan bahan pokok ketika panen raya untuk dijual kembali.

Oleh karenanya Kementerian Perdagangan saat ini tengah merampungkan sistem pendingin atau Control Atmosphere System di Brebes, Jawa Tengah. Dengan teknologi tersebut, bahan pokok bisa bertahan 7-12 bulan.

Halaman:

Editor: Timothy Alden

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X