90 Persen Pekerja di Keuangan Syariah, Ternyata Bukan Lulusan Ekonomi Islam

- 29 Desember 2020, 23:33 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. /Instagram.com/@smindrawati

HALLO BOGOR - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan agar perguruan tinggi dari bidang ekonomi dan keuangan syariah membekali lulusannya dengan kompetensi teknis.

Hal itu diharapkannya agar lulusan perguruan tinggi tersebut dapat memiliki daya saing dan memenuhi kebutuhan pasar di sektor industri keuangan syariah.

“Faktanya, sumber daya insani yang bekerja di sektor industri keuangan syariah, 90 persen bukan berasal dari lulusan ekonomi Islam dan keuangan syariah,” katanya dalam simposium virtual Sharia Business and Academic Synergy di Jakarta, Selasa 29 November 2020.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Sebutkan Hal yang Jadi Ancaman dalam Tangani Pandemi

Baca Juga: Pandemi Disebut Sri Mulyani Sebagai Perekat Gotong-royong Bangsa

Sri Mulyani menilai bahwa industri memiliki perspektif yang murah dan mudah untuk mendidik sumber daya manusia yang tersedia di pasar tenaga kerja, dan tinggal dilatih dengan pengetahuan syariah.

Ia melanjutkan, jika lulusan ekonomi syariah tidak memiliki kompetensi teknis, peluang untuk masuk dalam industri ekonomi dan keuangan syariah amatlah kecil. Bahkan kedua industri tersebut lebih memilih merekrut SDM dari lembaga keuangan konvensional karena mereka sudah memahami pasar, industri dan konsumer serta memiliki pengalaman.

“Permasalahan ini menyebabkan banyak lulusan program studi ekonomi Islam atau ekonomi keuangan syariah yang tidak bisa masuk dalam industri syariah,” ujar Sri Mulyani yang juga Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI) itu.

Baca Juga: Tahun Depan, Sri Mulyani Masih Melanjutkan Konsolidasi Fiskal Moneter

Halaman:

Editor: Timothy Alden

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X