79 Kontainer Limbah Berbahaya Beracun akan Dikembalikan ke Negara Asal

- 24 Desember 2020, 14:51 WIB
Pekerja dengan alat berat memindahkan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020. /ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

 

HALLO BOGOR - Pemerintah Indonesia kembali menolak pengiriman Bahan Bahan dan Beracun (B3) dari negara-negara lain.

Hal ini ditegaskan Kementerian Luar Negeri pada pertemuan virtual dengan empat kedutaan besar asing di Jakarta, yaitu Inggris, Amerika Serikat, Selandia dan Australia.

Dalam waktu dekat Indonesia akan melakukan reekspor 79 kontainer impor bahan baku industri yang mengandung limbah B3.

Baca Juga: Beras Surplus 6,5 juta Ton, Stok Bahan Pokok untuk Natal dan Tahun Baru Aman

Dikutip darl laman resmi Kemlu RI, Kamis, 24 Desember 2020, seluruh kontainer tersebut berasal dari negara-negara yang dipanggil pada pertemuan virtual di hari Rabu.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Dubes Ngurah Swajaya pada pertemuan tersebut menyebut, reekspor ditargetkan akan selesai pada akhir Januari 2021.

Ngurah Swajaya mengatakan mpor lintas negara yang berisi limbah B3 tidak diperkenankan, sehingga Pemerintah Indonesia harus mengembalikannya kepada negara pengirim.

Baca Juga: Pemerintah Optimis Pemulihan Ekonomi di Tahun 2021, Ini Indikator-indikator Positifnya

“Ini sesuai dengan Basel Convention (on the Control of the Transboundary Movements of Hazardous Wastes and their Disposal," katanya.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: Kemenlu RI


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X