Pelebaran Defisit APBN Hingga 6,34 Persen, Menkeu akan Lakukan Langkah Ini

- 17 Desember 2020, 20:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. /Facebook.com/Sri Mulyani Indrawati/

HALLO BOGOR - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kondisi pandemi Covid-19 membuat postur keuangan negara pada APBN.

Khususnya penerimaan negara turun namun belanja negara meningkat. Hal ini berimplikasi terhadap pelebaran defisit APBN hingga 6,34%.

Untuk itu, perlu diperhitungkan pembiayaan sebagai respons cepat pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Tren Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Terus Berlanjut, Ini Data-datanya

Hal ini disampaikannya dalam acara Investor Gathering virtual yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR).

Dalam acara itu Menkeu mengapresiasi para Mitra Distribusi dan Mitra Penerbit baik Surat Berharga Negara (SBN) maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Kamis, 17 Desember 2020.

Kemenkeu berhasil menerbitkan Surat Utang untuk pembiayaan meski kondisi pasar bergerak dinamis dan volatile karena pandemi Covid ini.

Baca Juga: Naik Tipis 0.15 Persen, Upah Buruh Tani di Indonesia pada November 2020

Dikutip Hallobogor.com dari laman resmi Kementerian Keuangan RI, pemerintah Indonesia berhasil menjual obligasi US$4,3 miliar dalam jangka waktu 10, 30, dan 50 tahun.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: Kementerian Keuangan RI


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X