Layani Program Pensiun Pekerja, Industri DPLK Tumbuh 11 Persen di Saat Pandemi

- 16 Desember 2020, 21:22 WIB
Ketua perkumpulan DPLK, Nur Hasan Kurniawan.
Ketua perkumpulan DPLK, Nur Hasan Kurniawan. /Dok. Perkumpulan DPLK/

HALLO BOGOR - Sekalipun di tengah pandemi Covid-19, industri DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) tetap meraih pertumbuhan positif di tahun 2020.

Hingga Oktober lalu, aset kelolaan DPLK tumbuh 11% menjadi Rp 102 triliun. Sementara dari kepesertaan tumbuh 4% menjadi 3,1 juta pekerja.

Bahkan dari sisi investasi, ROI (Return on Investment) tetap tumbuh 4,65%. Realitas ini membuktikan industri DPLK telah berada pada jalur bisnis yang memadai, sementara industri jasa keuangan lainnya mengalami drop.

Baca Juga: Pemerintah Serap Aspirasi untuk Susun RPP dan RPerpres Terkait UU Cipta Kerja

Demikian gambaran pertumbuhan industri yang tercermin dalam Rapat Umum Anggota (RUA) Perkumpulan DPLK tahun 2020 secara virtual, Rabu, 16 Desember 2020.

Rapat yang bertajuk “Membangun Optimisme Industri DPLK Pasca Covid-19” itu, seluruh pelaku DPLK di Indonesia berkomitmen kuat untuk lebih optmis dan agresif untuk memberi edukasi dan melayani kebutuhan dana pensiun bagi pekerja dan pemberi kerja di Indonesia, khususnya pasca diterbitkannya PP (Peraturan Pemerintah) UU Cipta Kerja.

Acara yang dibuka oleh Ahmad Nasrullah, Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK dan dihadiri 80 anggota PDPLK dari 25 DPLK yang ada bertekad untuk terus melakukan terobosan dan inovasi demi pertumbuhan DPLK secara lebih signifikan di tahun 2021.

Baca Juga: BB POM Jakarta Temukan Makanan Beku Belum Punya Izin Edar di Pasar Swalayan

Dalam keterangan tertulis yang diterima Hallobogor.com, industri DPLK juga perlu memulai platform digital dalam memasarkan DPLK kepada masyarakat dan tetap berpegang pada tata Kelola dana pensiun yang sesuai aturan secara professional.

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: Perkumpulan DPLK


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X