Pemerintah Serap Aspirasi untuk Susun RPP dan RPerpres Terkait UU Cipta Kerja

- 15 Desember 2020, 22:12 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Rizal Affandi Lukman.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Rizal Affandi Lukman. /Dok. Ekon.go.id/


HALLO BOGOR - Menindaklanjuti pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Pemerintah tengah menyusun aturan pelaksanaan berupa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres).

Dalam proses penyusunan ini, Pemerintah pun membentuk tim independen yang akan berkunjung ke beberapa kota untuk menyerap masukan dan tanggapan dari masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Pemerintah Indonesia menyambut baik masukan, komentar, catatan, dan saran dari masyarakat, pakar, dunia usaha, akademisi, media, dan semua pemangku kepentingan.

Baca Juga: BB POM Jakarta Temukan Makanan Beku Belum Punya Izin Edar di Pasar Swalayan

Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Rizal Affandi Lukman saat membuka Sosialisasi dan Serap Aspirasi Implementasi UU Cipta Kerja, Selasa, 15 Desember 2020, di Bogor.

Sebelumnya kegiatan serupa yang terkait hubungan internasional juga telah di lakukan di Bandung pada 8 Desember lalu.

Kegiatan Sosialisasi dan Serap Aspirasi Implementasi UU Cipta Kerja kali ini mengundang kalangan Kedutaan dan Lembaga Internasional.

Baca Juga: Bidang SDM Masih Prioritas Utama, APBN 2021 Fokus pada Pemulihan Ekonomi

Dikutip Hallobogor.com dari laman resmi Kementerian Perekonomian RI, disebutian bahwa salah satu aspek penting dari UU Cipta kerja yang menjadi pembahasan saat ini ialah investasi.

Dalam acara ini dibahas masalah yang erat kaitannya dengan investasi antara lain perpajakan, lingkungan, Ease of Doing Business, Investment Priority List, Sovereign Wealth Fund (SWF), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Halaman:

Editor: Banny Rachman

Sumber: Kementerian Perekonomia RI


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X