Marak Modus Penipuan Lelang, Bea Cukai Ingatkan Masyarakat Waspada

- 28 November 2020, 20:04 WIB
Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Syarif Hidayat. /Bcbogor.beacukai.go.id

HALLO BOGOR - Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Syarif Hidayat mengatakan, bahwa lelang palsu yang mengatasnamakan otoritas kepabeanan dan cukai merupakan satu dari enam modus yang biasa dilakukan oknum.

Modus lainnya, yakni jual beli online barang kiriman dalam negeri maupun luar negeri, modus teman yang ditahan karena uang, kiriman diplomatik, dan jasa penyelesaian kasus tangkapan Bea Cukai.

Untuk lelang palsu, Syarif menjelaskan pelaku biasanya menawarkan lelang barang sitaan Bea Cukai melalui beberapa saluran komunikasi diantaranya media sosial, Whatsapp group, atau SMS berantai.

Baca Juga: Wajib Tes PCR dan Isolasi Mandiri 14 Hari, WNA yang Baru Tiba di Indonesia

Barangnyapun sangat murah, dikarenakan embel-embel barang sitaan atau barang lelang Bea Cukai agar calon korban semakin tergiur.

"Bea Cukai tidak pernah melakukan lelang lewat medsos, pesan WA, atau semacamnya, lelang resmi akan selalu ditampilkan di website. Kalaupun ada pengumuman di medsos, maka akan tetap diarahkan ke website resmi," tegasnya.

Bahkan untuk meyakinkan calon korbannya, pelaku menyertai tawaran lelang dengan surat izin lelang palsu yang ditandatangani oleh pejabat aparat penegak hukum disertai meterai dan foto.

"Tidak tanggung-tanggung, pelaku juga kami dapati membuat surat izin bahkan kartu identitas dan KTP atas nama pejabat. Tentunya ini semua palsu dan melanggar hukum," tambah Syarif.

Baca Juga: Masih Pandemi, Ini Tiga Alternatif Kuota Haji 2021 yang Disiapkan Kemenag

Halaman:

Editor: Timothy Alden

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X