BUMDes Hanya Boleh Satu tapi Unit Usaha BUMDes Boleh Punya Banyak Usaha

- 27 November 2020, 19:40 WIB
Abdul Halim Iskandar.
Abdul Halim Iskandar. /Instagram.com/@halimiskandarnu

HALLO BOGOR - Setiap desa hanya boleh memiliki satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), tapi kalau BUMDes Bersama (BUMDesma) boleh didirikan sebanyak-banyaknya. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

"BUMDes di desa hanya boleh berdiri satu di setiap desa. Dengan demikian, jumlah BUMDes di Indonesia sama dengan jumlah desa,” ungkap Mendes Halim melalui keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat 27 November 2020.

Kendati BUMDes hanya boleh didirikan satu saja di setiap desa. Namun setiap BUMDes diperbolehkan untuk mendirikan berbaga unit usaha.

Baca Juga: Ekonom Senior Emil Salim Angkat Bicara soal Pengganti Edhy Prabowo

Tapi BUMDes Bersama, yang didirikan melalui kerja sama antardesa, boleh didirikan sebanyak-banyaknya. Namun demikian, Menteri mengingatkan bahwa BUMDes Bersama harus benar-benar mempertimbangkan model bisnis dengan skala yang lebih luas dan rasional.

“Bisa saja BUMDes di Papua kerja sama dengan BUMDes di Jawa. Karena bisa saja potensi unggulan di Papua dibutuhkan di Jawa, atau potensi di Jawa dibutuhkan di Papua,” jelasnya.

Dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan beberapa waktu lalu, BUMDes telah ditetapkan sebagai badan hukum. Dengan demikian BUMDes akan bisa menjadi ujung tombak dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Demikian seperti yang dikutip Hallobogor.com dari Antara.

Baca Juga: Viral Video Sudutkan Risma, Goklar Sebut Ekspresi Kekecewaan Warga Surabaya

“Bahkan kita terobsesi agar BUMDes menjadi satu ikon pengembangan ekonomi di desa termasuk bidang pertanian, peternakan dan lain-lain. Itu nanti didukung melalui BUMDes. Kenapa BUMDes, karena BUMDes kepemilikannya jelas, milik institusi pemerintah desa yang artinya adalah milik warga desa secara keseluruhan,” tutup dia.***

Halaman:

Editor: Asep Saeful Hidayat

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X