Tahun Depan, Sri Mulyani Masih Melanjutkan Konsolidasi Fiskal Moneter

- 23 November 2020, 19:16 WIB
Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri pertemuan G20 melalui daring.
Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri pertemuan G20 melalui daring. /Instagram.com/@smindrawati

HALLO BOGOR - Agar pemulihan ekonomi semakin kuat dan tetap berjalan dijalur yang tepat maka penting untuk melanjutkan konsolidasi kebijakan fiskal maupun moneter di tahun 2021, ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai menghadiri pertemuan G20 melalui daring.

Ia juga menjelaskan, bahwa salah satu kebijakan fiskal yang akan dilakukan Indonesia adalah melanjutkan kebijakan pelebaran defisit anggaran, meski tak setinggi tahun 2020.

"Misalnya, untuk Indonesia, kita menurunkan defisitnya untuk tahun depan. Penurunan ini tidak terlalu jauh, hanya ingin memastikan bahwa pemulihannya terus berjalan dan tidak terganggu," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Alasan Indonesia Dapat Utang Rp15 T dari Australia

Sri Mulyani sangat berharap, agar negara-negara yang rentan terdampak Covid-19 dapat terbantu dengan inisiatif perpanjangan  periode pembayaran utang melalui program Debt Service Suspension Initiative (DSSI). 

"Kami juga mendorong G20 melalui semangat multilateralisme dapat memperluas dukungan kepada negara-negara rentan," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan depok.Pikiran-Rakyat.com dalam artikel, "Ikuti Pertemuan G20, Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Kelanjutan Kebijakan Fiskal-Moneter", Ia juga menegaskan, Indonesia siap dan bersifat terbuka terhadap bentuk kerja sama dengan anggota G20.

Hal ini demi menyiapkan dunia dalam menghadapi pandemi global serta memastikan ekonomi usai pandemi menjadi lebih tangguh dan berkelanjutan.

Diketahui, pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang ke-15 ini diadakan di Riyadh, Arab Saudi, pada 21-22 November 2020.

Halaman:

Editor: Timothy Alden

Sumber: Depok.pikiran-rakyat.com


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X