Tidak Punya Stok, Wabup Bogor, Cek Kesiapan Posko Pengendalian Oksigen di BPBD

- 16 Juli 2021, 17:06 WIB
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan saat mengecek kesiapan Pos Komando (Posko) Pengendalian Oksigen.
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan saat mengecek kesiapan Pos Komando (Posko) Pengendalian Oksigen. /Dok. Bogorkab.go.id
HALLO BOGOR - Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengecek kesiapan Pos Komando (Posko) Pengendalian Oksigen di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Rabu, 14 Juli 2021.
 
Menurutnya, tugas Posko ini mengatur lalu lintas dan komunikasi antar rumah sakit terkait ketersediaan oksigen.
 
“Saya mendatangi Posko pengendalian oksigen di BPBD. Posko ini tugasnya mengatur lalu lintas dan komunikasi antar rumah sakit terkait ketersediaan oksigen."
 
 
"Walaupun kita tidak punya stok oksigen di Posko, tetapi tugas Posko ini mengatur dan mengisi ulang oksigen. Rumah sakit itu membawa tabung kosong ke Posko dan kita bawa ke Cilegon, diisi di sana, karena pusatnya di sana,” ungkap Iwan.
 
Iwan menjelaskan, kemarin kita bawa 110 tabung oksigen untuk diisi di Cilegon, tadi saya lihat juga ada dua rumah sakit yang bawa tabung kosong dan membawa tabung isi.
 
Tabung kosong disimpan, dan yang sudah diisi dari Cilegon dibawa oleh rumah sakit.
 
 
Kegiatan ini yang sekarang sudah berjalan dan rumah sakit sangat antusias dengan keberadaan Posko ini. Selain RSUD, kebanyakan rumah sakit swasta juga menggunakan Posko ini untuk mendapat ketersediaan oksigen. 
 
“Namun, permasalahannya kita sekarang adalah keterbatasan tabung, Posko tidak ada tabung. Jadi tabung-tabung dari rumah sakit kita kumpulin dan kita angkut jika sudah mencapai 100 tabung, dibawa ke Cilegon. Sehari kemudian sudah diisi, karena perjalanannya relatif singkat, cuma enam jam kan bolak-balik,” terang Iwan.
 
Jadi, lanjut Iwan, memang kendalanya di stok tabungnya sendiri. Sejauh ini rumah sakit bawa tabung kosong, di simpan dulu, lalu ambil yang sudah diisi.
 
 
Kalau makin banyak tabung, kita bisa isi banyak sekaligus, nanti rumah sakit yang butuh tinggal ambil dengan meninggalkan tabung kosong mereka.
 
Jadi memang kita harus punya stok juga, tidak menunggu tabung dari rumah sakit datang.
 
“Kita juga ingin menggalakkan gerakan peduli oksigen. Mudah-mudahan ada masyarakat atau pelaku usaha yang mau menyumbangkan atau meminjamkan tabung oksigen untuk menjaga ketersediaan stok oksigen. Dengan gotong-royong seperti ini, saya pikir masalah kelangkaan oksigen bisa diminimalisasi."
 
 
Iwan berharap, mudah-mudahan ada pengusaha atau donatur yang mau menyumbangkan atau meminjamkan tabungnya yang tidak terpakai.
 
Nanti kita akan isi dan bantu distribusi oksigen untuk rumah sakit, dikutip Hallobogor.com dari laman resmi Pemkab Bogor.
 
Jadi tidak mesti nyumbang tabungnya, dipinjamkan ke kita juga boleh. Yang penting ketersediaan untuk rumah sakit bisa teratasi.***

Editor: Budi Purnomo

Sumber: Pemkab Bogor


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X