Tolak Legalisasi Miras, Hidayat Nur Wahid Berikan Peringatan Keras Seperti Ini

- 2 Maret 2021, 14:58 WIB
Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid. /Dok. dpr.go.id

HALLO BOGOR - Keputusan pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal terus mendapatkan penolakan dari sejumlah tokoh.

Meski Perpres tersebut turunan Undang-undang Cipta Kerja, namun salah satu poin yang menarik perhatian adalah terkait legalisasi minuman keras (miras) khusus untuk beberapa daerah yakni Papua, NTT, Bali dan Sulawei Utara (Sulut).

Para tokoh yang kontra terhadap keputusan tersebut menilai meski legalisasi miras hanya untuk beberapa daerah saja, tapi itu tidak menutup kemungkinan bagi daerah lainnya.

Baca Juga: Spotify Menghapus Lagu-lagu Korea di Korea dan Dunia Membuat Kpopers Kecewa, Simak Penyebabnya

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid termasuk salah satu tokoh yang menolak keras diberlakukannya Perpres tersebut.

Baca Juga: Mantan Bupati Jember Mulai Diperiksa Kejari, Terkait Dugaan Dana APBN ke Bisnisnya

“Miras, bahayanya berlipat lebih tinggi dari manfaatnya. Menurut pakar, kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat minuman beralkohol lebih dari 1000 kalinya pendapatan negara dari pajak (cukai) miras. Hanya investor (asing) yang diuntungkan miras. #TolakInvestasiMiras,” ungkapnya seperti dikutip Hallobogor.com dari cuitan Twitter @hnurwahid, Senin, 01 Maret 2021.

Baca Juga: Reese Asal Sumatera Lahirkan Bayi di Kebun Binatang New Orlean, Lebih Cepat dari Prediksi

Ia pun kembali mengingatkan sikap pemerintah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang Papua yang pada Juli 2020 lalu yang memusnahkan ratusan botol minum keras pabrikan berbagai merk karena dianggap menjadi pemicu tingginya tindakan kriminalitas di daerah tersebut.

Baca Juga: Kasihan Ibu-ibu di Pontianak, Harga Cabai Sudah Tembus Angka Rp124 Ribu Per Kilo

Halaman:

Editor: Budi Purnomo


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X